Bagikan

SIARAN PERS NO.049/RELEASE/PLNIPSERVICES/2026

 

PLN IP Services Hadirkan Kapabilitas MRO dan Kolaborasi Strategis di Electricity Connect 2026

Tangerang, 22 September 2026 – Ketahanan dan kemandirian energi menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadapi dinamika transisi energi global. Semangat tersebut menjadi bagian dari Enlit Asia & Electricity Connect 2026 yang mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Dalam ajang yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri energi dan kelistrikan, pemangku kepentingan, pegiat kelistrikan, serta akademisi dari Indonesia dan kawasan ASEAN ini, PT PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services) menghadirkan kapabilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) melalui kolaborasi strategis untuk mendukung keandalan aset, pengembangan industri nasional, dan peluang layanan MRO ke pasar regional.

 

Ajang tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Stella Christie, Direktur Enlit Asia Simon Hoare, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Direktur Utama PT PLN (Persero) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Kelistrikan Indonesia Darmawan Prasodjo, Ketua Masyarakat Kelistrikan Indonesia Suroso Isnandar, serta para duta besar negara sahabat, pemangku kepentingan, pegiat kelistrikan, dan akademisi dari Indonesia maupun kawasan ASEAN.

 

Dalam forum tersebut, Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia menekankan bahwa kedaulatan energi merupakan bagian penting dari kedaulatan negara. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, jumlah penduduk besar, serta kebutuhan energi yang terus bertumbuh seiring perkembangan ekonomi dan industri, Indonesia memiliki potensi sekaligus tanggung jawab untuk mengoptimalkan sumber daya energi di dalam negeri.

 

“Sebagai negara yang berdaulat, tentu kita harus mampu memastikan kebutuhan energi kita sendiri. Pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan perkembangan industri akan terus meningkatkan kebutuhan energi. Karena itu, potensi yang kita miliki harus kita kelola untuk menciptakan ketahanan dan kemandirian energi,” ujar Bahlil.

 

Bahlil juga menyoroti peluang Indonesia dalam menghadapi transisi energi global. Menurutnya, pengembangan energi baru dan terbarukan perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan permintaan energi nasional.

 

“Indonesia memiliki wilayah yang besar dan potensi energi yang sangat beragam. Ini adalah peluang besar untuk membangun sistem energi yang lebih mandiri sekaligus mendukung agenda transisi energi menuju Net Zero Emission. Pengembangan PLTS hingga 100 GWp menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut,” tambah Bahlil.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Kelistrikan Indonesia Darmawan Prasodjo melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan sektor energi di kawasan. Besarnya kebutuhan pembangkitan, pengembangan energi terbarukan, penyimpanan energi, dan pembangunan jaringan transmisi menciptakan ruang yang luas bagi pengembangan ekosistem ketenagalistrikan.

 

“Indonesia sedang memasuki fase perkembangan energi yang sangat besar. Kita melihat kebutuhan pembangkitan yang terus tumbuh, pengembangan energi terbarukan, baterai, sampai pembangunan jaringan transmisi. Ini menciptakan ekosistem baru yang membutuhkan teknologi, investasi, manufaktur, dan sumber daya manusia,” ujar Darmawan.

 

Menurut Darmawan, besarnya peluang tersebut juga perlu diikuti dengan keterhubungan yang semakin kuat antara Indonesia dan negara-negara di kawasan ASEAN.

 

“Ketika kebutuhan energi dan investasi semakin besar, kita tidak bisa berjalan sendiri. Keterhubungan dengan negara-negara di ASEAN akan membuka ruang yang lebih luas untuk pertukaran teknologi, investasi, kompetensi, dan pengembangan industri kelistrikan,” tambah Darmawan.

 

Sejalan dengan peluang tersebut, PLN IP Services membawa pengalaman dalam pengelolaan dan pemeliharaan aset pembangkitan untuk mengembangkan layanan MRO yang dapat menjawab kebutuhan industri energi dan kelistrikan yang semakin berkembang. Kapabilitas ini menjadi bagian dari portofolio PLN IP Services sebagai penyedia solusi energi terintegrasi, mulai dari O&M, MRO, EPC, Rental Power Services, Strategic Part, hingga Supply Energy.

 

Pengembangan kapabilitas MRO PLN IP Services dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra strategis, di antaranya PT ABB Sakti Industri, serta PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengalaman pengelolaan aset pembangkitan dengan teknologi, manufaktur, fasilitas heavy workshop, dan kompetensi teknis untuk menghadirkan solusi pengelolaan aset yang lebih menyeluruh.

 

Bersama ABB, PLN IP Services menghadirkan layanan pemeliharaan dan perbaikan generator, motor, serta VSD/inverter, penyediaan produk dan spare part ABB, serta life assessment generator dan motor. Kolaborasi ini memadukan pengalaman PLN IP Services dalam pengelolaan aset pembangkitan dengan teknologi dan kompetensi teknis ABB untuk mendukung keandalan serta keberlanjutan aset pelanggan.

 

Sementara itu, bersama Barata Indonesia dan Technofit, PLN IP Services mengembangkan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon. Kolaborasi ini mencakup pengembangan produk kelistrikan, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), alih teknologi, pengembangan kompetensi SDM, serta peluang pengembangan layanan MRO ke pasar Asia Pasifik.

 

Dalam kolaborasi tersebut, PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor, sekaligus menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan kapabilitas teknis dan fasilitas yang dimiliki para mitra strategis. Peran ini menjadi bagian dari pengembangan PLN IP Services sebagai penyedia solusi energi terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan pengalaman di sektor pembangkitan, tetapi juga membangun ekosistem dan jejaring strategis untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

 

Direktur Utama PLN IP Services, Hari Cahyono, menegaskan pengembangan kapabilitas MRO menjadi bagian dari upaya PLN IP Services membawa pengalaman pengelolaan aset pembangkitan untuk menjawab kebutuhan industri yang lebih luas.

 

“Pengalaman PLN IP Services dalam mengelola dan memelihara pembangkit menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi MRO bagi pelanggan. Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, kami mengintegrasikan pengalaman pengelolaan aset dengan teknologi, manufaktur, dan kompetensi teknis sehingga dapat memberikan solusi yang lebih menyeluruh,” ujar Hari.

 

Menurut Hari, pengembangan MRO juga memiliki keterkaitan dengan semangat investasi hijau. Optimalisasi aset yang telah beroperasi, perpanjangan usia manfaat, serta pengembangan industri pendukung ketenagalistrikan menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

 

“Investasi hijau tidak hanya berbicara mengenai pembangunan energi baru dan terbarukan, tetapi juga bagaimana aset yang sudah ada dapat terus dioptimalkan agar beroperasi secara andal, efisien, dan memiliki umur manfaat yang lebih panjang. Di saat yang sama, pengembangan MRO membuka ruang bagi pertumbuhan manufaktur, teknologi, TKDN, dan kompetensi SDM di dalam negeri,” tambah Hari.

 

Pengembangan ekosistem tersebut juga membuka peluang bagi kapabilitas MRO Indonesia untuk berkembang di pasar regional. Pengalaman PLN IP Services dalam pengelolaan aset pembangkitan, fasilitas heavy workshop Barata Indonesia, serta teknologi dan jaringan internasional Technofit menjadi bagian dari kolaborasi untuk mengembangkan layanan maintenance, repair, overhaul, hingga life extension bagi kebutuhan pembangkit di kawasan Asia Pasifik.

 

Kehadiran PLN IP Services dalam ajang Enlit Asia & Electricity Connect 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan kapabilitas perusahaan sekaligus membangun jejaring dengan pelaku industri, pemilik teknologi, dan mitra strategis. Melalui kolaborasi tersebut, PLN IP Services terus mengembangkan solusi yang mendukung keandalan aset, kontinuitas operasional, optimalisasi umur aset, serta ketahanan sistem energi.

 

Sejalan dengan semangat “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, PLN IP Services membawa pengalaman dan kapabilitas pengelolaan aset pembangkitan untuk menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang, sekaligus membuka ruang pertumbuhan layanan MRO dan solusi energi terintegrasi menuju pasar regional dan global.


Informasi dan berita terbaru mengenai PLN Indonesia Power Services dapat diakses melalui portal resmi: www.plnipservices.co.id

 

Komunikasi Korporat

PLN Indonesia Power Services

 

Sekilas Tentang PLN Indonesia Power Services

PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services) adalah anak perusahaan PLN Indonesia Power (PLN IP) yang merupakan subholding PT PLN (Persero). PLN IP Services menyediakan solusi energi terbaik, terkini, dan terintegrasi dibidang ketenagalistrikan melalui 6 (enam) bisnis inti yaitu Operation & Maintenance, Supply Energy, Maintenance Repair & Overhaul, EPC Services, Rental Power Services, dan Strategic Part. PLN IP Services selalu berkomitmen untuk memberikan High Quality Service For Sustainable Energy Solutions.

Berita Terkait